There is no bad student, but bad teacher

Standard

Holla… assalamu’alaykum

 

Gimana kabar ? Sehat? Oiya, gue selalu pengen nanya kayak gini ke orang yang gue temuin,..” Udah senyum belum hari ini? Udah berdoa hari ini?’. Menurut gue ketika kita udah mulai buat senyum, insya Allah urusan yang kita akan hadepin hari itu juga akan mudah, daann.. tentunya di akhir dengan doa karena semua hanya Sang Pencipta dan Pemberi Rezeki, dan Yang Maha Berhak di ibadahi, yang akan menentukan usaha kita.. So..

 

udah senyum hari ini? udah berdoa hari ini?

Kali ini gue pengen cerita tentang dosen pembimbing gue. Tujuan gue cerita ini bukan mau menjelek jelekan beliau, tapi untuk memberikan pelajaran bagi kita semua agar kita cerdas dalam memilih guru yang berilmu dan juga bersemangat dan bersabar dalam belajar.

Ketika penentuan dosen Pembimbing akademik di jurusan gue teknologi pangan, gue mendapatkan seorang dosen yang cantik, pintar, dan juga memiliki gaya tersendiri. Dosen ini gak cuma membimbing gue doang, tapi sama temen gue yang bernama Gina Nur Rahmasari. Beliau juga terkenal judes dan kurang senyum jika belum kenal dengan orang yang diajaknya bicara. Setiap kali gue mau bimbingan atau konsultasi, gue selalu ragu dan enggan buat ketemu. Tapi yaa.. apa boleh buat, karena gue butuh tanda tangan beliau gue harus memaksakan diri untuk ketemu.

Setiap kali gue bertemu sama ibu ini, gue segen buat ngomong dan mencoba untuk mencairkan suasana. Kegagalan demi kegagalan ketika gue mencoba untuk mencairkan suasana, itu biasa… susah banget kyknya buat bikin ketawa bareng, baik itu gue ataupun temen gue si Gina itu. Gue udah mulai merasa gak nyaman dari awal, dan cuma ketemu di awal semester aja buat tanda tangan KRS. Kenapa? berkali kali gue sms dengan baik tapi jawabannya singkat, padat, jelas. Hehe.. ya, gue  mencoba memahami kalo setiap dosen memiliki sifatnya masing masing. Tapi menurut gue, seorang pengajar apalagi dosen, harusnya bisa memberikan pelajaran kepada mahasiswa bukan cuma hanya tentang topik perkuliahan, tapi gimana cara behubungan baik dengan orang.

Gue merasa harus ganti dosen pembimbing. Akhirnya, muncul kesempatan yaitu waktu pemilihan dosen pembimbing skripsi. Gue pikir bisa dengan mudah untuk ganti dosen, ternyata enggak. Sebelum penentuan dosen pembimbing, kita mahasiswa diharuskan untuk mengisi formulir alasan dan juga minat kita dibidang apa,  dan juga minat tugas akhir kita ; apakah mau penelitian atau magang.

gambar-itp

Sekedar info, dijuruan gue Ilmu dan Teknologi Pangan, ada 4 pembagian minat lagi :

1. Bidang Kimia Pangan ; yaitu bidang yang mempelajari secara khusus tentang enzim (jenis dan reaksinya), flavour, bahan tambahan pangan, dan juga pemanfaatan bahan kimia yang belum pernah digunakan di bahan pangan, dan juga sejenisnya. Intinya lebih fokus ke senyawa kimianya.

2. Bidang mikrobiologi pangan ; yaitu bidang yang secara khusus mempelajari karakteristik sifat mikrobiologi yang digunakan pada pangan, zat zat yang dihasilkan, pengendalian mikrobiologi, pengaruh mikrobiologi, zatnya dan juga efeknya pada tubuh, dan juga penghasilan senyawa kimia yang berguna dalam pangan yang dihasilkan dari mikrobiologi. Intinya lebih fokus ke bakterinya.

3. Bidang : kimia-biokimia pangan ; bidang ini terfokus pada pemanfaatan senyawa kimia yang efeknya pada tubuh, mempelajari metabolisme tubuh, dan meneliti bahan kimi yang berguna untuk peningkatan fingsi organ. Intinya fokus ke metabolisme tubuh dalam mencerna makanan.

4. Bidang rekayasa proses pangan ; bidang ini berkaitan dengan cara formulasi bahan, proses pembuatan, mempelajari karakteristik proses yang berpengaruh dan memodifikasinya untuk menghasilkan bahan pangan yang sempurna. Intinya lebih fokus keprosesnya.

Done

Oke, ketia gue menuliskan siapakah dosen gue yang akan gue pilih, salahnya gue adalah gue menempatkan nama dosen sebelumnya di posisi pertama dan menempatkan dosen yang gue pengen di posisi setelahnya. Gue baru tau kalo posisi pertama di prioritasin. Hmm.. akhirnya pasrahlah gue kan. Dan ada perasaan gak enak juga sebenernya ketika gue menempatkan beliau diposisi kedua. Gue kurang tega.. that’s it!!

Singkat cerita, gue mendapatkan dosen pembimbing beliau lagi. Dengan sedikit perasaan kecewa dan juga ragu, apalagi setelah temen gue si Gina itu ternyata justru dia yang pindah dosen pembimbing.. think postifi aja lah ya. Yakin sama rencana Allah lebih baik.

Dosen gue ini adalah yang berada di bagian kimia pangan. Gue kurang begitu tertari dengan bidang yang ini. Gue lebih tertarik sebenernya ke bagian rekayasa proses pangan. Tapi menjelang akhir semester 7, gue tertarik ke bidang manajemen industri pangan,.. gak ada kan di list di atas? Iya, jadi bidang ini (berdasarkan informasi dari dosen yang dulu kulih di bidang ini) udah diapus karena dirasa kurang berkaitan dengan ilmu pangan. Hmm.. iya sih emang, secara sekilas bidang ini lebih cocok ke manajemen. Tapi menurut gue sih perlu kita menguasai ilmu ini (buat anak anak pangan). Dengan bidang ini, kita jadi tau manajemen pangan di bidang industri itu gimana, dengan gitu kita bisa bantu industri kecil buat maju dengan ngasi pemahaman ke mereka dengan Indonesia akan maju. am I right?

So… akhirnya gue tetep dengan dosen gue yang sangat gue hormati ini, hehe. Sampai gue nulis ini gue masih berkonsultasi dengan beliau walopun agak sulit, gue masih magang di tempat gue dan agak sulit berdisusi dengan dosen. Akhirnya gue kadang diskusi dengan dosen lain yng sejalan dan sesuai dengan bidang yang gue ambil sebagai topik skripsi.

By the way, beberapa hal bisa gue sharing dengan lo semua seputar dosen pembimbing (based on true story) :

  1. Jangan cepet ambil keputusan , dosen  lo enak atau enggak sebelum kontak langsung
  2. Ketika merasa gak enak, jangan putus asa dulu. Coba lah untuk bisa jadi enak, dengan cara lo sendiri. Coba pahami dosen lo dulu sebelum lo minta dosen lo pahamin lo.
  3. Kasi range waktu buat lo tes dosen PA lo, misal 1 tahun, dari semester 3 sampai akhir semester 4.
  4. Kalo udah lewat batas itu, tentukan lo mau ganti dosen atau enggak. JANGAN GAK TEGAAN, ini buat lo kedepannya :). trust me!!… gue pernah ngerasainnya.. hehe
  5. Siapin waktu satu minggu, buat cari dosen yang tepat.
  6. Kalo perlu, ketemu dosennya dulu.
  7. Tuliskan dengan yakin di forn dosen pembimbing skripsi.
  8. Selesai

 

Hmm… mungkin itu aja.

Oiya, jangan pernah mikir gue nyesel dengan dosen gue yang sekarang. Karena kita gak pernah tau rencana Allah, dan kalo kita minta sama Allah pasti Allah kabulkan. Yakin lah!!

Beliau baik, cantik, ramah, pinter, beliau adalah Ibu Dias Indrasti STP, semoga Allah menjanga beliau.. hehe. Thanks mam, semoga saya lulus dengan memuaskan. Amiin

Dias

Dan.. juga buat dosen favorite gue, yang sekarang jadi pembimbing gue diem diem. hehe. Pak, Tjahja Muhandri, peace pak. Semoga Allah juga menjaga beliau.

Cahyo

 

Mungkin sedikit quote.. supaya gue dan adek adek gue lebih semangat.. 🙂

 

insinyur-pangan

 

 

GOOD LUCK

🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s